Minggu, 31 Oktober 2010

Bagimu Mutiara Kasih


Ketika sang anak marah mengamuk dengan kata-katanya
Ibu meredam sakit dalam hatinya
Betapapun pahit ia tak ingin kasar pada anaknya
Karena satu tamparan atau sedikit saja kata kasar 
Itu bisa menjadi bayang-bayang penyesalan
Bukan berarti dimanja
Tapi dalam diamnya...
Ibu selalu mencari cara mengajari anaknya
Untuk menjadi manusia baik
Itulah kasih sayang ibu
Itulah pengorbanan seorang ibu
Dan itulah tugas seorang ibu

Mihrabku

Ya Habibi . . .
 Pagi adalah seteguk air bagi yang kehausan
Malam adalah kematian sesaat
Rentang dua waktu itu
Ku gelar mihrabku kepada Mu
Dan ku semaikan benih-benih embun
yang membawa harum kesejukan
serta pengobat hati yang membawa kedamaian
Di mihrab ini juga . . .
Ku lantunkan ayat-ayat cinta
Terasa begitu dalam
Merasuk relung jiwa
Di dalam mihrabku . . . 
Hanya ada aku dan seikat cintaku pada Mu
Tenggelam dalam penghambaan 
yang khusu' dan syahdu